ARTICLE
Suka Nongkrong di Coffee Shops? Sudah Tahu Apa Itu Manual Brewing?

Akhir-akhir ini banyak sekali cafe baru bermunculan. Apalagi di kota-kota besar, keberadaan cafe ini semakin menjamur didukung dengan gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis. Salah satu cafe yang pas buat nongkrong adalah coffee shop. Di sini, lo bisa nongkrong lama sambil menyeruput berbagai olahan kopi. Apa lo juga salah satunya? Kalau lo rajin nongkrong di coffee shop, pasti sering mendengar istilah manual brewing. Apa sih manual brewing ini? Yuk, simak lebih lengkapnya di sini.

Sejarah Manual Brewing

Manual brewing merupakan cara menyeduh kopi tanpa menggunakan mesin, jadi semuanya dilakukan secara manual. Hal ini pun nggak lepas dari sejarah teknik penyajian kopi itu sendiri. Pada zaman dulu, orang menikmati kopi dengan cara biji kopi disangrai, kemudian digiling halus dan direbus dengan air panas untuk menghasilkan kopi hitam yang pekat.

Hingga di tahun 1884 setelah ditemukannya mesin espresso, cara menikmati kopi juga beralih. Mesin espresso menawarkan cara yang lebih cepat, yakni kurang dari 1 menit kopi sudah bisa disajikan. Namun, rasa kopi yang dihasilkan dengan alat membuat rasanya monoton sehingga orang mulai beralih ke manual brewing yang bisa menghasilkan rasa alami pada kopi yang diseduh. Bahkan cara ini juga banyak diadopsi di beberapa coffee shop.

Teknik dalam Manual Brewing

Meskipun tanpa menggunakan mesin espresso, bukan berarti manual brewing nggak memerlukan alat lho, Sob. Tetap masih menggunakan alat, namun penggunaan alat tersebut nggak bisa lepas dari campur tangan manusia.

Salah satu teknik yang cukup populer ditawarkan oleh coffee shop adalah French Press. Penyajian kopi dengan cara ini memerlukan gelas khusus yang memiliki alat penekan di bagian atasnya. Lo bisa membuat kopi ini dengan cara mendiamkan dulu sebentar kopi yang lo seduh selama 4 menit. Lal,u tekan bagian atas penekan sehingga membuat ampas kopi tertekan ke dasar. Tuangkan kopi ke cangkir dan lo bisa langsung menikmatinya. Teknik yang satu ini cocok untuk lo yang menginginkan cita rasa kopi bold dan sedikit berminyak.

Teknik selanjutnya yang juga cukup populer yakni Vietnam Drip. Cara ini memerlukan waktu yang cukup lama karena lo harus menunggu hasil seduhan kopinya tetes demi tetes. Olah sebab itu, nggak heran kalau namanya “drip” karena memang seperti itu tekniknya. Tunggu hingga cairan kopi memenuhi cangkir baru bisa dinikmati. Lo juga bisa menambahkan creamer atau gula agar rasa kopi lo nggak terlalu pahit.

Kalau di Indonesia, cara penyajian yang cukup populer dikenal dengan istilah “tubruk”. Cara menikmati kopi yang satu ini juga cukup simpel. Lo nggak memerlukan alat khusus seperti 2 teknik sebelumnya. Yang perlu lo lakukan hanya menyeduh biji kopi bubuk dengan air panas, lalu aduk. Kemudian tunggu hingga bubuk kopi mengendap dan kopi pun siap dinikmati.

Sekarang lo sudah tahu apa itu manual brewing. Meskipun dibuat secara manual, tekniknya ternyata ada bermacam-macam ya, Sob. Masing-masing teknik manual brewing menghasilkan cita rasa kopi yang berbeda. Tergantung seperti apa rasa yang ingin lo nikmati, lo bisa memilih teknik manual brewing yang sesuai. Kalau lo kurang paham, bisa bertanya langsung ke barista yang ada di coffee shop kok, Sob. Mereka bakal dengan senang hati berbagi wawasan dengan para tamu.

 

Featured image credit: maxpixel.freegreatpicture.co