helper swipe slide

S W I P E

S C R O L L

Menu Diet Sehat Untuk Cowok Agar Tetap Berenergi

05.08.2020
LIFE GUIDE

ARTICLE

Photo credit: Pixabay

 

Memiliki tubuh dengan sedikit lemak dan lingkar pinggang ramping sejatinya jadi idaman banyak pria. Perut datar tanpa lipatan membuat penampilan jadi lebih percaya diri. Sebagian besar laki-laki menghindari tumpukan lemak di perutnya lewat pilihan menu diet guna membentuk tubuh yang ideal. Lemak yang tersimpan dalam perut sebenarnya baik buat tubuh karena mampu melindungi tubuh dari risiko diabetes.

 

Namun, lemak di perut juga bisa berbahaya jika jumlahnya berlebih. Dalam kadar tertentu, kelebihan lemak tubuh bisa memicu potensi serangan jantung dan komplikasi diabetes. Memilih menu diet adalah cara terbaik membuat bentuk tubuh tetap terjaga atau bahkan menurunkan berat badan.

 

Nah, bagi kaum cowok, pola diet bisa dikatakan berbeda dengan wanita. Ini karena ada perbedaan kebutuhan gizi dan kalori di antara keduanya. Berikut beberapa pola menu diet sehat yang bisa diterapkan sehari-hari oleh para laki-laki.

 

Sesuaikan kebutuhan kalori

Idealnya, pria maupun wanita makan tiga kali dalam sehari. Porsi makan ini yang perlu diatur secara ketat dengan menghitung jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Menurut American Heart Association, pria dengan rentan usia 19-20 tahun perlu membatasi asupan kalori maksimal 2,400 per hari ketika tidak banyak aktif bergerak, sebanyak 2,600 kalori bila aktif, dan 3,000 kalori bagi mereka yang sangat aktif.

 

Selanjutnya, di rentan usia 31-51 tahun, batasan kalori yang dianjurkan yakni maksimum 2,200 jika tidak aktif, sebesar 2,400 jika agak aktif, dan 2,800 jika sangat aktif. Kemudian, untuk pria berusia 51 tahun ke atas, sebaiknya membatasi jumlah asupan kalori per hari sebanyak 2,000 jika aktif, 2,200 jika agak aktif, dan 2,400 jika sangat aktif.

 

Perbanyak protein

Asupan protein harian perlu ditambah dalam menu diet untuk bisa mengecilkan perut, sekitar 25 persen dari keseluruhan porsi makanan. Berbeda dengan karbohidrat, protein membuat perut lebih cepat kenyang dan meningkatkan metabolisme. Hal ini membuat berat badan jadi lebih cepat turun tanpa membuat lo merasa lemas. Mengutip International Journal of Obesity, semakin tinggi asupan protein, semakin banyak kadar lemak yang dibakar dalam tubuh.

 

Diet karbo

Bagaimanapun, karbohidrat merupakan sumber energi terpenting bagi tubuh. Namun, asupannya perlu dijaga agar metabolisme tubuh tetap bisa seimbang karena karbohidrat cenderung membuat perut terasa kenyang lebih lama.

 

Jumlah karbohidrat yang baik di dalam tubuh yakni sebesar 45% dari keseluruhan menu makanan. Jumlah ini sudah cukup untuk memberikan nutrisi dan energi untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk di dalamnya olahraga rutin.

 

Menghindari beberapa makanan

Ketika dalam masa penurunan berat badan maupun menjaga bentuk tubuh tetap ideal, menu diet yang diatur juga mencakup makanan-makanan yang sebaiknya dihindari. Beberapa makanan yang sebaiknya dijauhi adalah makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi, seperti sirup, es krim, kue manis, jus buah yang menggunakan gula, dan minuman bersoda.

Jenis makanan lain yang sebaiknya dihindari antara lain makanan dengan kandungan lemak trans, seperti gorengan, makanan cepat saji, makanan instan, dan makanan kemasan.

 

Banyak minum air putih

Agar diet bisa maksimal dilakukan, perlu dilengkapi dengan memperbanyak konsumsi air putih. Bahkan sangat dianjurkan untuk sama sekali tidak mengonsumsi air minum apa pun selain air putih. Saatnya untuk meninggalkan kebiasaan minum kopi atau teh. Agar hasil lebih baik, diet air putih bisa dilakukan selama 24 sampai 72 jam, atau maksimum selama 3 hari. Jumlah air putih yang dikonsumsi sebaiknya 3 liter sehari, tidak kurang atau lebih.

 

Jangan hindari lemak

Untuk menu diet, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak 30%. Kandungan lemak ini dianggap ideal karena membantu perut tetap kenyang lebih lama, sehingga membuat nafsu makan tertunda.

 

Lemak juga menghasilkan asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan tubuh. Lemak sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu lemak baik dan lemak jahat. Keduanya dibedakan dari sumber makanan yang dikonsumsi. Lemak baik lazim dikenal dengan lemak tak jenuh, sementara lemak jahat adalah lemak jenuh yang berasal dari makanan seperti olahan daging, minuman dan makanan manis, hingga gorengan.

 

Jangan sungkan menerapkan menu diet dalam keseharian agar tubuh tetap terjaga sekaligus menghindari berbagai risiko penyakit, ya. Ingat, kesehatan harus menjadi prioritas hidup. Bukan hanya untuk membuat badan lo terlihat kekar dan atletis saja, tetapi juga berimbas baik terhadap aktivitas sehari-hari.