helper swipe slide

S W I P E

S C R O L L

Yuk, Sob, Kenali Sejarah e-Sport di Indonesia!

09.10.2019
WHAT'S NEW

ARTICLE

Photo Credit: Unsplash

 

Game sepertinya sudah familiar di telinga banyak orang saat ini. Bahkan lo bisa memainkannya setiap saat kapan pun lo mau. Perkembangan dunia game yang pesat di Indonesia juga membuat institusi dan lembaga negara dalam bidang olahraga menjadikannya salah satu cabang olahraga di gelaran Asian Games 2018 lalu. Sebenarnya, bagaimana sejarah e-sport di Indonesia ini?

 

Bagaimana e-Sport Berkembang di Tanah Air?

Era kejayaan game di Indonesia dimulai pada tahun 2000-an. Pada masa inilah sejarah e-sport dimulai, Sob. Beberapa game andalan saat itu yang dimainkan oleh banyak orang di tanah air adalah Counter Strike, DotA, Star Craft, hingga Mobile Legends. Perkembangan e-sport tersebut awalnya makin berkembang sejak masuknya IndoNet pada 1995, dan menjadi titik awal perkembangan game online muncul.

Bicara mengenai sejarah e-sport di Indonesia, nggak bisa lepas dari nama Indonesia Gamers yang dibentuk pada tahun 1999. Kemudian, di tahun 2001, Indonesia Gamers berganti nama menjadi Liga Game dan membuat website dengan nama yang sama. Turnamen pertama kali dilangsungkan di tahun 1999 dengan game Quake II dan Starcraft.

Memasuki tahun 2002, Liga Game mengadakan kejuaraan game skala besar di tanah air dan berhasil mengirimkan atlet e-sport untuk pertama kalinya ke luar negeri. Seiring banyaknya game online yang muncul, animo e-sport mulai berkurang. Hal ini bisa dilihat pada tahun 2003 hingga 2006 lalu yang ditandai dengan game Ragnarok.

Pada tahun 2018 lalu, sejarah e-sport di Indonesia mengalami titik balik. Bahkan nih Sob, e-sport sendiri masuk cabang olahraga di gelaran Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta. Melihat antusiasme yang cukup tinggi, di tahun 2019 juga digelar Piala Presiden Esport 2018. Penyelenggaraan turnamen tersebut adalah hasil kerja sama Indonesian Esport Premiere League (IESPL) dan Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dengan didukung penuh oleh Kantor Staf Kepresidenan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tujuannya untuk menjaring atlet-atlet baru di bidang e-sport di Indonesia.

 

Melahirkan Atlet e-Sport terbaik di Tanah Air

Sejarah e-sport di tanah air memang memiliki perkembangan cukup lama. Lebih dari itu, keberadaan e-sport ini memunculkan atlet-atlet baru di cabang olahraga tersebut. Nggak heran kalau beberapa atlet tersebut menjadikannya sebagai profesi karena pendapatannya menggiurkan. Beberapa nama tersebut di antaranya adalah:

  • Novan Kristianto

Novan Kristianto bagi para gamer dikenal dengan nama nexok40. Dia adalah seorang atlet e-sport yang naik daun sejak tahun 2016 lalu. Dirinya bersama tim sempat mewakili Indonesia di ajang Herathstone Global Games 2018. Dirinya juga berhasil masuk di top 25 dari 48 negara yang ikut di turnamen e-sport ini. Pendapatannya kini mencapai 234 juta Rupiah.

 

  • Kenny Deo

Sosok Kenny Deo ini bisa dibilang sebagai veteran di game Dota 2 di tanah air. Dirinya menekuni e-sport sejak tahun 2014 lalu. Dalam dunia game, dirinya dikenal sebagai Xepher dan berhasil menembus kejuaran bergengsi di dunia, salah satunya DreamLeague Season 10 dan kini mendapatkan penghasilan sekitar 487 juta Rupiah.

 

  • Kevin Susanto

Selanjutnya ada nama Kevin Susanto. Dirinya dan tim e-sport-nya juga berhasil masuk turnamen bergengsi game dunia, salah satunya adalah FACEIT Major: London 2018. Dari dunia game ini, Kevin Susanto berhasil meraup keuntungan hingga Rp840 juta.

 

Itu dia, Sob, ulasan sejarah e-sport di Indonesia yang perlu lo ketahui. Jadi, tertarik nggak nih buat jadi atlet e-sport setelah mengetahui sejarah dan perkembangan e-sport tersebut?