helper swipe slide

S W I P E

S C R O L L

5 Sisi Positif Mendengarkan Musik Bagi Psikologis!

23.12.2021
LIFE GUIDE

ARTICLE

Mendengarkan alunan musik favorit ternyata bisa membawa sejumlah manfaat lho, dari aspek psikologis salah satunya. Yup, selain bisa membuat para pendengarnya nyaman, ritme irama musik dinilai bagus buat kesehatan jiwa manusia, Sob. Biar lebih paham, mending simak lengkap 5 sisi positif mendengarkan musik bagi psikologis berikut ini!

 

Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak

Sisi positif mendengarkan musik bagi psikologis yang pertama yaitu bisa bikin tidur lebih nyenyak. Insomnia memang menjadi salah satu masalah serius yang seringkali dialami orang-orang dari semua kelompok umur. Meskipun ada banyak pendekatan untuk mengatasi masalah ini, penelitian telah menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik yang menenangkan dapat menjadi solusi yang aman, efektif, dan terjangkau, Sob.

Sebuah penelitian yang mengamati mahasiswa, peserta yang mendengarkan musik klasik, buku audio, dan yang nggak sama sekali mendengarkan musik sebelum tidur selama tiga minggu. Studi tersebut menemukan bahwa peserta yang mendengarkan musik memiliki kualitas tidur yang jauh lebih baik daripada mereka yang mendengarkan buku audio atau nggak melakukan apa pun, Sob!

 

Bisa Meringankan Penyakit Mental

Musik benar-benar mengubah otak. Peneliti neurologis telah menemukan bahwa mendengarkan musik memicu pelepasan beberapa zat kimia saraf yang berperan dalam fungsi otak dan kesehatan mental. Dopamin, senyawa kimia yang terkait dengan pusat kesenangan. Hormon stres seperti kortisol, serotonin dan hormon lain yang berhubungan dengan kekebalan, oksitosin, senyawa kimia yang menumbuhkan kemampuan untuk terhubung dengan orang lain.

Meskipun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami secara tepat bagaimana musik dapat digunakan secara terapeutik untuk mengobati penyakit mental, beberapa penelitian dalam PubMed menunjukkan bahwa terapi musik dapat meningkatkan kualitas hidup dan keterhubungan sosial bagi penderita skizofrenia.

 

Bisa Berguna buat Menurunkan Kecemasan

Ada banyak bukti bahwa mendengarkan musik dapat membantu menenangkan seseorang dalam situasi cemas. Studi dalam PubMed telah menunjukkan bahwa orang-orang yang menjalani rehabilitasi setelah stroke akan merasa lebih rileks setelah mereka mendengarkan musik selama satu jam.

Studi serupa menunjukkan bahwa musik yang dicampur dengan suara alam membantu orang merasa nggak terlalu cemas. Bahkan orang yang menghadapi penyakit kritis merasa lebih sedikit kecemasan setelah terapi musik.

 

Bisa Menguatkan Daya Ingat

Banyak siswa menikmati mendengarkan musik saat mereka belajar, tetapi apakah itu ide yang bagus? Sama halnya seperti saya yang harus mendengarkan musik ketika sedang bekerja. Beberapa juga merasa ingin mendengarkan musik favorit saat belajar dan meningkatkan daya ingat, sementara yang lain berpendapat bahwa itu hanya berfungsi sebagai pengalih perhatian.

Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat membantu. Namun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis musik, kesenangan pendengar terhadap musik, dan bahkan seberapa baik pendengarnya terlatih secara musik. Dalam sebuah penelitian, siswa yang belajar lebih baik ketika mendengarkan musik yang positif, mungkin karena lagu dapat menimbulkan emosi yang lebih positif tanpa mengganggu pembentukan ingatan.

Namun, siswa yang terlatih secara musik cenderung tampil lebih baik pada tes pembelajaran ketika mereka mendengarkan musik netral, mungkin karena jenis musik nggak mengganggu dan lebih mudah untuk diabaikan. Kalau lo cenderung menemukan diri terganggu oleh musik, lo mungkin lebih baik belajar dalam diam atau dengan instrumental musik saja, Sob.

 

Biar lebih nyaman saat mendengarkan musik, lo wajib banget bersihkan diri dengan GATSBY REFRESHING BODY WASH! Seri sabun mandi pria dengan cooling agent ini bisa memberikan rasa segar dan punya empat varian yang bisa bebas lo sesuaikan dengan kebutuhan dan karakter tubuh, Sob. Pasti bakal tubuh lo lebih bersih dan lebih nyaman saat mendengarkan musik, deh!